Mulai April 2020, bandithijo.com akan menggunakan GitHub subdomain menjadi bandithijo.github.io. Penggunaan domain .com tidak sejalan dengan cara pandang saya terhadap sebuah blog, dimana blog harus bisa tetap hidup tanpa saya. Terima kasih (^_^) (bandithijo, 2020/03/25) ●

Beberapa Color Picker yang Pernah Saya Gunakan di GNU/Linux

Ditulis: 2020/10/31
Tips Ulasan

بسم الله الرحمن الرحيم

Latar Belakang

Di awal-awal saya mengenal komputer, saya banyak menghabiskan waktu dengan aplikasi olah multimedia seperti Photoshop, Ilustrator, Flash, GIMP, Inkscape, dll.

Setiap saya mewarnai gambar, color picker adalah perangkat yang penting di aplikasi-aplikasi tersebut.

Maka dari itu, aplikasi color picker adalah salah satu tools yang penting bagi saya meskipun tidak sedang menggunakan aplikasi multimedia, namun saat membutuhkan warna, saya sangat perlu dengan aplikasi color picker yang portable.

Catatan kali ini adalah mengenai beberapa aplikasi yang sudah saya kenal, sejak aktif menggunakan GNU/Linux dan menemani saya dalam menyelesaikan project-project yang saya kerjakan di lingkungan GNU/Linux.

Daftar Color Picker

Gpick

gambar_1

Gpick.

http://www.gpick.org

https://github.com/thezbyg/gpick

Gpick is an advanced color picker and palette editing tool.

Sesuai namanya “Advance color picker” memang cocok disematkan untuk aplikasi ini. Bagi yang memiliki kebutuhan yang kompleks, seperti export (.gpl, .ase, .mtl, .css, .html) & import (.gpl, .ase) color palette, menggabungkan 2 warna, membuat color scheme, mengambil color palette dari gambar, variasi lightness dan saturation, dll. Mungkin akan cocok dengan Gpick.

Saya pribadi, awal-awal mengenal Gpick, sangat menyukainya. Namun, karena kebutuhan saya tidak sekompleks dengan fitur yang ditawarkan, akhirnya saya merasa Gpick terlalu berlebihan untuk saya.

Gcolor2

gambar_2

Gcolor2

http://gcolor2.sourceforge.net

gcolor2 is a simple color selector that was originally based on gcolor, ported to use GTK+2, and now has a completely new UI.

Sesuai dengan namanya “Simple color selector” memang cocok disematkan kepada Gcolor2.

Kita dapat mengambil sample color yang ada di layar, kemudian menyimpannya, ataupun memanipulasi color tersebut. Hasil dari sample color juga dapat disimpan.

Gcolor2 benar-benar hanya mengerjakan tugas yang spesifik dengan sangat baik.

Saya pribadi, sempat memakai Gcolor2 dalam waktu yang cukup lama.

Gcolor3

gambar_3

Gcolor3

https://www.hjdskes.nl/projects/gcolor3

https://gitlab.gnome.org/World/gcolor3

A simple color chooser written in GTK3 (like gcolor2)

Sama seperti Gcolor2, Gcolor3 juga memiliki fungsi dan fitur-fitur yang serupa namun dengan tampilan yang sedikit berbeda. Meski begitu User Experience tetap sama. Sehingga, user Gcolor2 tidak akan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri ketika menggunakan Gcolor3.

Alasan saya menggunakan Gcolor3, ketimbang Gcolor2, karena mengikuti trend saja. Tidak ada alasan teknis.

ColorGrab

gambar_4

ColorGrab

https://github.com/nielssp/colorgrab

A cross-platform color picker. wxWidgets color picker (C++)

Meskipun tampilan user interfacenya terlihat sederhana, namun ColorGrab menyembunyikan fitur-fitunya pada menu.

Kalau kita akses menu Tools, terdapat beberapa pilihan color picker yang dapat digunakan.

Pada menu Settings juga terdapat beberapa konfigurasi yang cukup fleksibel untuk kita sesuaikan dengan beberapa macam kondisi dan kebutuhan yang mungkin dapat berubah-ubah.

Tahun ini, saya akan mulai mencoba menggunakan ColorGrab.

Alasannya:

  1. Dimensi UI nya lebih kecil. Sehingga cocok untuk layar laptop saya yang juga mungil. Tidak akan menghalangi object yang sedang saya kerjakan.

  2. UI utamanya sederhana. Menampilkan nilai Hex dan RGB yang memang sering saya gunakan.

  3. Fitur-fitur yang tidak sering digunakan, tersembunyi di dalam menu. Cocok sekali untuk digunakan apabila diperlukan.

Pesan Penulis

Sepertinya, segini dulu yang dapat saya tuliskan.

Mudah-mudahan dapat bermanfaat.

Terima kasih.

(^_^)

Penulis

bandithijo

BanditHijo adalah nama pena saya – meminjam istilah keren dari para penulis. Teman-teman menyebut saya sebagai GNU/Linux Enthusiast. Saya memang gemar mengutak-atik sistem operasi ini. Bukan karena hobi tapi karena saya perlu untuk menggunakannya. Hehe.

- Rizqi Nur Assyaufi

Berlangganan via Email

Jangan sampai ketinggalan kabar dan info terbaru mengenai BanditHijo (R)-Chive.
Ayo bergabung!

f23fe8863bf8b6126b50d52b158c9b7afe7a7f49