Setup Meja Kerja 5.1
Table of Contents
Pendahuluan
Meja belajar merupakan hal yang sangat personal untuk saya. Sejak SD saya diberikan meja belajar di kamar oleh orang tua saya. Sejauh ingatan saya, di masa sekolah, sejak SD sampai SMA, saya pernah punya 3 model meja belajar. Mulai dari yang model seperti meja kantoran, kemudian model yang memiliki rak 2 tingkat di atas meja belajar, yang terakhir adalah model meja belajar yang terintegrasi untuk meletakkan komputer (layar monitor CRT beserta CPU di bagian bawahnya). Saat kuliah saya juga memilih untuk menggunakan meja belajar. Saya sudah benar-benar melekat erat dengan meja belajar. Sebagian besar waktu saya di rumah mungkin di depan meja belajar.
Oh yaa, berhubung sekarang meja belajar ini sudah berubah jadi meja kerja, maka penamaan meja belajar untuk selanjutnya akan saya sebut dengan meja kerja.
Penamaan meja kerja 5.1 ini artinya meja kerja yang saya gunakan saat ini adalah meja kelima dengan modifikasi versi 1.
INFO
Sebenarnya proses modifikasi meja ini sudah terjadi sejak 1 Desember 2024. Tapi baru sempat saya dokumentasikan sekarang. 🤣
Berikut ini adalah perjalanan modifikasi meja kerja 5.0 menjadi 5.1.

Gambar 1. Setup meja belajar 5.0 sebelum dimodifikasi (tampak depan)

Gambar 2. Setup meja belajar 5.0 sebelum dimodifikasi (tampak samping)
Alasan memodifikasi meja kerja
Alasan saya memodifikasi meja kerja adalah karena saya menambah perangkat baru yang ingin saya letakkan di meja belajar. Namun, karena tidak mungkin semua alat berada di atas meja utama, saya memutuskan untuk menambahkan rak untuk meletakkan peralatan tambahan tersebut.
Saya sebut sebagai “rak level 1” karena berada 1 level (tingkat) di atas meja belajar.
Setelah banyak mempertimbangkan mau seperti apa rak yang saya buat, akhirnya saya memutuskan untuk membuat rak semi-permanent dengan menggunakan besi siku.
Bahan-bahan yang dibutuhkan
Bahan-bahan yang saya beli untuk membuat rak level 1, sebagai berikut:
- Besi siku panjang 3 meter, tebal 1 mm x 2 batang
- Triplek 3 mm x 1 lembar
- Mur baut untuk besi siku x 25 biji
- Plat siku x 12 lembar
- Kaki karet untuk besi siku x 2 buah

Gambar 3. Wah ternyata tripleknya kebesaran, padahal saya cuma akan menggunakan 120x20 cm

Gambar 4. Besi siku (tampak jauh)

Gambar 5. Besi siku (tampak dekat)

Gambar 6. Mur, Baut, dan kaki karet untuk besi siku

Gambar 7. Plat siku
Alat-alat yang diperlukan
Alat-alat yang dibutuhkan, sebagai berikut:
- Gergaji besi
- Kunci pas ukuran 12
- Meteran
- Penggaris
- Pulpen
- Paki dan Palu (untuk melubangi triplek)
Setelah alat dan bahan lengkap, selanjutnya buat desainnya.
Desain dan rancangan
Dari desain yang saya buat, saya membutuhkan ukuran:
| Panjang | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| 20 cm | x 2 | untuk rak |
| 120 cm | x 4 | 2 untuk kaki, 2 untuk rak |
INFO
Panjang dari meja saya 120 x 60 cm, karena itu saya membuat panjang rak level 1 ini 120 cm, dengan tinggi 120 cm juga.
Implementasi

Gambar 8. Besi siku yang sudah dipotong sesuai desain
Setelah dipotong, selanjutnya dirakit dengan mur dan baut dan setiap sudut sikunya dibantu dengan plat siku agar bentuknya tidak berubah.

Gambar 9. Setelah dirakit mulai kelihatan bentuknya
Selanjutnya tinggal diberikan papan. Tapi saya memilih menggunakan triplek agar tidak berat.

Gambar 10. Proses pembuatan lubang di triplek
Setelah keempat sudut triplek sudah dilubangi, selanjutnya tinggal dirakit ke rak.

Gambar 11. Meja kerja setelah ditambahkan rak level 1 dengan besi siku (tampak samping)

Gambar 12. Meja kerja setelah ditambahkan rak level 1 dengan besi siku (tampak depan)
Selesai!
Sekarang saya sudah punya rak level 1. Sekarang meja saya tidak terlalu penuh dengan peralatan lagi.
2026
Setelah 1 tahun menggunakan rak ini, saya merasa raknya kurang tinggi. Jadi saya tinggikan kakinya 10 cm. Penambahan tinggi 10 cm ini lumayan memberikan tambahan space untuk monitor eksternal agar bisa lebih tinggi selevel mata saya.

Gambar 13. Sebelum ditinggikan (kiri), setelah ditinggikan (kanan)
Pesan Penulis
Meja belajar atau meja kerja adalah tempat saya paling banyak menghabiskan waktu untuk belajar, membaca, dan bekerja. Meja kerja menjadi sesuatu yang sangat personal untuk saya. Maka dari itu saya tidak berusaha meniru setup meja orang lain. Yang menurut orang lain bagus, belum tentu menurut saya. Begitu juga sebaliknya, yang menurut orang lain jelek, belum tentu menurut saya jelek.